piko & vi

Mengenal Editor pada lingkungan Linux dan beberapa perintahnya

Editor merupakan aplikasi dasar yang sangat kita butuhkan. Seperti juga pada lingkungan Microsoft Windows, dimana kita dapat menggunakan editor Miscrosoft Word, untuk lingkungan Linux maupun semua varian UNIX terdapat editor file yang dinamakan vi atau vim (vi improved with syntax color highlighting). Selain vi terdapat program editor lain yang lebih mudah pemakaiannya serperti pico, joe, jove, mc (midnight commander), dll. Pada tulisan ini, akan dikenalkan bagaimana menggunakan editor vi, joe, pico dan mc.

Editor VI

Vi merupakan editor yang paling terkenal di lingkungan UNIX. Vi ialah kepanjangan dari “Visual” editor. Sedangkan Vim merupakan pengembangan dari editor vi yang mempunyai keunggulan dalam penggunaan warna. Vim mendukung penggunaan warna untuk menandakan kode program dan juga penanda teks seperti penggunaan huruf normal, tebal maupun cetak miring. Untuk menjalan perintah vi, kita gunakan sintaks sbb :

vi <nama_file>

Status vi

Editor vi mempunyai 3 mode, yaitu :

- command mode, untuk menggunakannya tekan ESC terlebih dahulu.

- input mode, dengan mengetikkan perintah-perintah yang spesifik, seperti a I o 0 dan diakhiri dengan ESC atau dengan interrupt.

- line mode, suatu keadaan setelah ada proses input : ?, /, !

Notasi yang digunakan

CTRL-c, CTRL adalah tombol control pada keyboard, sehingga CTRL-c berarti “control c”. CR (Carriage Return) ialah tombol enter.

Manipulasi file

 
 







Pico

Pico adalah teks editor jenis lain yang berdasarkan pada program compose email Pine. Navigasi untuk perintahnya diletakkan di bawah dari layar. Semua karakter yang diketik langsung disisipkan ke dalam teks. Perintah untuk menjalankan editor pico adalah sbb :

pico <nama file>

Daftar perintah yang tersedia pada pico dapat dilihat pada Tabel 5.7:

 
 


Joe

Perintah-perintah dalam editor joe ini sangat mirip dengan perintah-perintah pada WordStar. Jika kita telah terbiasa dengan perintah pada WordStar maka tidak akan kesulitan dalam menggunakan editor joe. Untuk menjalankan joe, kita dapat menggunakan perintah sbb :

joe <nama file>

 
 


Daftar perintah pada program editor joe dapat dilihat pada Tabel 5.8:

MC (Midnight Commander)

MC atau Midnight Commander merupakan aplikasi yang sangat berguna. Kemampuan mc sebagai editor hanya salah satu dari kemampuan-kemampuan lainnya. Untuk menjalankannya, digunakan perintah sbb :

mc -e <nama file> atau

 
 


mc kemudian insert file yang akan diedit lalu tekan F4 untuk mengedit. Perintah-perintah yang dapat digunakan dapat

dilihat pada Tabel 5.9:

Masing-masing editor ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Contohnya seperti pada editor pico yang sangat baik berjalan di terminal apapun, termasuk pada terminal bila kita sedang telnet dengan menggunakan telnet client standar dariWindows. Sedangkan vim/vi, kita gunakan karena banyak feature-feature yang sangat menarik sehingga membantu kita untuk lebih cepat dalam mengedit file. Editor joe dan mc, digunakan karena sederhana dan tampilannya yang menarik.

Text Vi

Dikirim Tak Berkategori pada Maret 13, 2008 oleh c4thy

Text Editor Vi

vi merupakan teks editor interaktif yang dapat digunakan untuk membuat dan memodifikasi suatu file text. Teks editor ini dibuat oleh Bill Joy dari Universitas California, Barkeley, USA. Vi dikenal ribet, padahal gak gitu juga ;) Gak akan nyesel belajar menggunakan vi, karena nyaris di semua varian unix, text editor ini tersedia. Penggunaan huruf besar dan huruf kecil di Vi akan menghasilkan hal yang berbeda.

Pengenalan

Untuk menjalankan vi, format perintah nya di shell adalah

  vi [option] [namafile]

Contoh

$vi killduck <enter> <i>potong bebek angsa<enter> masak di kuali<enter> nona minta dansa<enter> dansa empat kali<enter> sorong ke kiri, sorong ke kanan<enter> la la la la… <enter> <tombol esc> <ketik :wq> <enter>

Mode dalam vi

Ada 3 mode dalam vi : yaitu :

Command Mode

Maksudnya, mode dimana user dapat menggerakkan kursor, menghapus, mensubtitusi, mencari suatu string. Secara default, waktu pertama kita masuk ke dalam text editor vi, kita di tempatkan pada mode ini. Berikut yang sering dipakai :

Menggerakkan kursor

h    satu karakter ke kiri l    satu karakter ke kanan k    satu baris ke atas j    satu baris ke bawah w    satu kata ke kanan b    satu kata ke kiri ^    atau | ke awal baris kursor e    atau > ke akhir baris kursor n(n=1,2,3,dst) ke baris ke-n

Menggerakkan / menggeser teks

<< menggeser teks ke kiri sebanyak satu TABS >> menggeser teks ke kanan sebanyak satu TABS

Membatalkan perintah dan pengulangan

u    undo, membatalkan perintah terakhir U    kembalikan baris kursor ke posisi sebelum di edit p    tempatkan teks yang terakhir dihapus pada posisi sebelum kursor P    tempatkan teks yang terakhir dihapus pada posisi sesudah kursor .    ulangi perintah terakhir

Menggerakkan/menggulung layar

z <enter> tempatkan baris kursor ke bagian atas layar z.        tempatkan baris kursor pada tengah layar z-        tempatkan baris kursor di akhir layar nG        tempatkan kursor pada baris ke-n (n=1,2,3…)

Menghapus teks

x            hapus karakter sebelum kursor dw           hapus satu kata pada posisi kursor dnw          hapus n kata pada posisi kursor d<enter>     hapus dua baris, mulai dari baris kursor d> atau dd   hapus baris kursor

Mengganti/subtitusi teks

r           subtitusi karakter pada posisi kursor 2rs         ganti karakter pada posisi kursor dengan 2 huruf s S atau cc   subtitusi teks pada baris kursor R atau s    subtitusi teks mulai posisi kursor hinggak diakhiri dengan menekan tombol <esc>

Koversi huruf kecil ke kapital atau sebaliknya

~    konversi satu huruf pada posisi kursor ~~   dua kali konversi mulai dari posisi kursor n~   konversi sebanyak n kali mulai dari posisi kursor

Mencari dan mengganti string

/string       cari string dengan arah maju ?string       cari string dengan arah mundur n             cari string berikutnya dengan arah yang sama N             cari string berikutnya dengan arah yang berlawanan /^string      cari string di awal aris dengan arah maju /string$      cari string di akhir baris dengan arah maju contoh lain: /kay[au]      cari string kaya dan kayu ke arah maju /\<mata       cari string yang diawali dengan mata /kan\>        cari string yang diakhiri dengan kan

Copy

yy           cut baris kursor ke buffer bernama b yw           cut kata pada posisi kursor ke buffer bernama b Y            cut mulai baris kursor hingga akhir baris ke buffer bernama b

Paste

p            paste teks pada posisi sebelum kursor P            paste teks pada posisi setelah kursor

Input Mode

Pada mode ini, user dapat melakukan pengeditan teks. Untuk Masuk ke dalam mode ini, berikut penjelasannya

i            menyisipkan/menambahkan data pada posisi kursor I            menyisipkan data pada awal baris kursor a            menyisipkan data pada posisi setelah kursor A            menyisipkan data pada akhir baris kursor o            menyisipkan data pada baris setelah baris kursor

Last Line Mode

:w                 namafile   save as nama file :wq                save and exit :q atau :q!        quit without save :![shell-command]  mengeksekusi perintah shell dari tanpa harus keluar dari vi

RedHat 9.0

Dikirim Tak Berkategori pada Februari 27, 2008 oleh c4thyPersiapan Instalasi
Beberapa hal yang patut anda catat sebelum memulai instalasi adalah :
1. Software Pembagi Partisi, Seperti Partition Magic dan software Kita beli atau download di situs internet.
2. Membagi atau merubah ukuran partisi Windows dengan software pembagi partisi seperti Partition Magic. Sehingga terdapat satu partisi kosong untuk instalasi ini dapatkan ruang sebesar 1,8 GB. Pada umumnya, jika Kita membeli komputer baru, maka hanya terdapat satu partisi di hardisk, yaitu C: Dengan kondisi ini, tidak memungkinkan anda untuk menginstal linux. Jadi resize partisi C: di windows dengan software pembagi partisi yang ada.
3. Ketahui konfigurasi Mouse: PS/2, serial atau USB.
4. Besar kapasitas Harddisk yang belum terpakai. Ini berguna untuk merencanakan partisi yang akan kita buat. Untuk melihat gunakan perintah chkdsk di prompt dos.
5. Jenis dan konfigurasi monitor dan videocard yang anda miliki, jumlah memori video card anda, merk monitor dan satu lagi yang harus anda ketahui adalah istilah vertikal dan horizontal range monitor anda.
6. Lakukan back-up data terlebih dahulu, hal ini untuk menjaga kemungkinan hilangnya data saat pembagian partisi.

Memulai Instalasi
1. Setting BIOS pada komputer, agar booting pertama dari CD-Drive.

2. Masukkan Disk ke 1 dari 3 CD Red Hat ke dalam CD-Drive. Tunggu beberapa saat hingga tampil pilihan untuk memulai instalatasi Red Hat tersebut | tekan tombol Enter.
Tampilan awal boot

3. Tunggu beberapa saat akan muncul pilihan bahasa selama proses instalasi seperti gambar berikut :
Kotak dialog pilihan bahasa

4. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk keyboard.

Kotak dialog konfigurasi keyboard
5. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk mouse, klik sesuai dengan mouse yang digunakan.

Kotak dialog konfigurasi keyboard
6. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk upgrade atau install

Kotak dialog Upgrade

7. Pilih Perform a New Red Hat Linux Installation, Kemudian klik tombol Next.

8. Tentukan pilihan untuk instalasi yang diinginkan, klik Next

Kotak dialog pilihan jenis instalasi

1 Personal Desktop Aplikasi offices dan Multimedia 1.8 GB
2 Workstation Komputer kerja untuk jaringan dan developer/ programmer. 2.1 GB
3 Server Komputer sebagai server dengan aplikasinya 1.5 GB – 4.85 GB
4 Custom Menentukan sendiri paket sesuai kebutuhan 500 MB – 4.85 GB

9. Pilih bentuk partisi yang diinginkan : Automatically Partition atau Manually Partition with Disk Druid

Kotak dialog pilihan jenis partisi

*) Membuat tiga partisi, masing-masing untuk windows, linux dan data. Sehingga jika anda ingin menghapus/ uninstal Linux atau Windows, data-data penting anda tidak turut hilang.

Skema susunan partisi
*) Didalam sebuah Harddisk terdapat konsep partisi yang terdiri dari Partisi Primary, Partisi Extended dan Partisi Logical. Didalam partisi primary terdapat Master Boot Record (MBR) untuk melakukan proses boot loader dari suatu sistem operasi.

10. Pilih Manually Partition with Disk Druid untuk membuat partisi Linux, dan secara default, Anda cukup untuk membuat partisi :
1 . /boot ———-> EXT3 / Linux Native ——-> 100 MB
2 . / ————–>EXT3 / Linux Native ——–>4000 MB
3 . swap ———–>Swap ————->2 x jumlah memori yang terpasang pada komputer

Kotak dialog pembagian partisi
Pilih tombol NEW pada kotak dialog Partitioning. Lalu isikan di kolom Mount Point “ / ”. Untuk file system, pilih Linux Native. Isikan kolom size sisa dari hardisk anda yang masih kosong. Lalu pilih OK kemudian pilih Next.

Kotak dialog menentukan sistem file

11. Setelah selesai pembuatan partisi maka akan ditampilkan konfigurasi untuk boot loader Lalu pilih Next, sehingga muncul tampilan sebagai berikut :

kotak dialog boot loader

12. Jika anda berencana menghubungkan komputer ke jaringan, isikan data yang diminta. Jika tidak biarkan kosong. Pilih Next.

Kotak dialog konfigurasi jaringan

13. Kemudian muncul kotak konfigurasi firewall. Biarkan kosong jika anda tidak menghubungkan komputer dengan jaringan.

Kotak dialog konfigurasi Firewall

14. Pilih Next , muncul tampilan berikut yang meminta anda mengisikan jenis bahasa yang akan digunakan oleh RedHat nantinya.

Sell Links On Your Site

<!– function generateLwHyperlink() { var x = \\’www\\’; var y = \\’linkworth\\’; var z = \\’com\\’;

document.write(\\’www.linkworth.com LinkWorth connects webmasters with advertisers that want to pay money for link placement.\’); }

generateLwHyperlink(); // –>

Kotak dialog konfigurasi bahasa tambahan

15. Pilih Next untuk melanjutkan. Sehingga tampil setting waktu.

Kotak dialog konfigurasi tanggal

16. Pilih Next untuk melanjutkan. Masukkan Password untuk root, yang merupakan super user. Klik tombol Next dan tombol Next kembali.

17. Tentukan paket-paket apa saja yang akan di Install. Ada beberapa group paket diantaranya seperti Desktop, Application, Server. Kemudian klik Next

Kotak dialog Menentukan Jenis Paket

18. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi paket yang telah dipilih selesai semuanya.

Kotak dialog proses instalasi

19. Kemudian akan tampil kotak dialog untuk membuat boot system untuk disket, masukkan disket pada drive A, kemudian klik tombol Next.

Kotak dialog pembuatan disket boot

20. Setelah selesai pembuatan disket boot, kemudian akan tampil kotak dialog untuk menentukan jenis Berikutnya installer akan meminta anda memilih konfigurasi Video Card. Umumnya, installer mengenali jenis video card yang ada. Dan juga anda diminta memilih jumlah RAM video card tersebut. Seperti terlihat pada gambar berikut :

Kotak dialog Konfigurasi card monitor

21. Klik Next untuk menentukan jenis monitor yang digunakan dan resolusi yang diinginkan.

22. Setelah anda memasukan dengan benar, maka selesai sudah instalasi Linux RedHat 9.0.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apakah sudo itu?
sudo adalah mekanisme yang digunakan untuk menjalankan aplikasi/pekerjaan sebagai root oleh user biasa yang diberi akses grup sudo (sudoers) dengan password pribadinya. Sifatnya non permanen, artinya, selang waktu tertentu user harus memasukkan passwordnya kembali.

Apa Perbedaan sudo, gksu, nano, vi, pico dan kdesu?
sudo digunakan di sembarang terminal, gksu digunakan dilingkungan GUI GNOME/XFCE, sedangkan kdsu digunakan di lingkungan KDE.nano, vi, pico digunakan di teminal dan GUI.

Lalu su?
su adalah perintah untuk bersalin login menjadi super user (root) dengan memasukkan password asli root. Selama dia belum exit, apapun yang dilakukannya adalah pekerjaan super user. Karena itulah mengapa menggunakan sudo lebih aman sebab selang waktu tertentu (timeout) harus memasukkan password kembali.

Apakah Mount dan Mount Point Itu?
Mount adalah proses membuka sebuah device untuk di gunakan. Device bisa berupa floppy disk (fd), hardisk (hd), atau removable disk (sd).
Mount Point adalah tempat anda menampung bukaan isi device di sistem anda. Biasanya berupa sebuah direktori di dalam direktori /mnt atau /media atau direktori lain yang didefinisikan saat melakukan mounting.

Bagaimana Melakukan Mounting?
Sebelum melakukan mounting sebaiknya anda mengenali dulu media penyimpanan yang akan anda mount.
Secara umum formatnya adalah:

sudo mount [device] [mount point] [type] [opsi]

Bagaimana Memount Partisi Hardisk Windows FAT32?

sudo mount /dev/hda1 /mnt/win-c -t VFAT -o umask=000,rw

Bagaimana Memount Partisi Hardisk Windows NTFS?

sudo mount /dev/hda1 /mnt/win-c -t ntfs defaults

Atau menggunakan modul ntfs-3g

sudo mount -t ntfs-3g /dev/hda1 /mnt/windows

Bagaimana Memount CDROM/DVDROM?

sudo mount /dev/hdc /media/cdrom -t udf,iso9660

Bagaimana Memount File ISO?

sudo mount /home/kolu/pclinux-2007.iso /media/cdrom0 -o loop -t is09660

Bagaimana Melepaskan Mount?
Melepaskan mount sebuah device di sebut unmount. Prosesnya sederhana:

sudo umount [mount point]

Contoh: sudo umount /media/cdrom

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RPM Package Manager (awalnya RedHat Package Manager disingkat RPM) adalah sebuah sistem manajemen paket. Nama RPM mengacu kepada dua hal yaitu format berkas paket perangkat lunak, dan sebuah alat bantu perangkat lunak bebas yang melakukan instalasi, deinstalasi, verifikasi dan kueri paket perangkat lunak dalam format ini. RPM ditujukan kepada distribusi Linux. Format berkas RPM adalah format dasar dari Linux Standard Base. RPM aslinya dikembangkan oleh Red Hat untuk Red Hat Linux, tetapi sekarang ini digunakan oleh banyak distribusi Linux. RPM juga telah diadaptasi ke sistem operasi lain seperti Novell Netware (versi 6.5 SP3) dan IBM AIX versi 5.

 

 

RedHat Package Manager

RPM

Salah satu utilitas yang paling powerful dan inovatif dari RedHat Linux adalah RPM, RedHat Package Manager. Teknologi RPM adalah sebuah cara yang paling mudah untuk melakukan instalasi, uninstalasi, ugrade, query, verify dan mem-build paket software.

Paket software RPM adalah sebuah arsip dari file-file dengan beberapa informasi yang berhubungan dengan file-file tersebut, seperti nama, versi dan deskripsinya.

Berbeda dengan cara tradisional menggunakan file tar.gz, metode RPM membuat user tidak direpotkan masalah manajemen file seperti letak file, direktori dsb.

Untuk menjalankan RPM sangat mudah, berikut ini adalah perintah umum untuk:

Install

rpm -i [option] [nama_paket_rpm]

misalnya:

rpm -ivh vim-4.5-2.i386.rpm

v dan h adalah option untuk menampilkan jalannya instalasi dan menampilkan grafik berbentuk hash (#). Option lainnya dapat di lihat di man rpm.

Bila paket tersebut telah di instalasi atau ditemukan dependency, RPM akan memberitahukan dan instalasi di batalkan. Gunakan – -replacepkgs atau – -replacefiles bila ingin menimpa paket lama. Untuk dependency error, paket atau file yang di butuhkan harus di instalasi dulu. Sebaiknya tidak menggunakan option – -nodeps untuk mengatasi error dependency. (Syafrudin, haydin@arjuna.csc.ui.ac.id)

Upgrade

rpm -U [option] [nama_paket_rpm]

misalnya :

rpm -Uvh emacs-19.34-4.i386.rpm

Upgrade ini adalah kombinasi dari uninstalasi dan instalasi, artinya RPM akan menguninstalasi dulu paket versi lama bila ditemukan dan menggantinya dengan versi baru. Bila tidak ditemukan versi lamanya maka otomatis RPM melakukan instalasi.

Uninstalasi

rpm -e [option] [nama_paket]

misalnya:

rpm -e emacs

Untuk uninstalasi tidak dipakai nama paket RPM tapi nama paket itu sendiri. Dependency error juga terjadi bila paket yang ingin di uninstalasi dibutuhkan oleh program lain. Gunakan – -nodeps bila ingin tetap menghapusnya. Untuk uninstalasi ini sebaiknya dilakukan dengan meng-uninstalasi paket-paket sesuai urutan dependency-nya. (Syafrudin, haydin@arjuna.csc.ui.ac.id)

Query

rpm -q [option] [nama_paket]

misal:

rpm -ql kernel

Option l menampilkan semua file yang dimiliki oleh paket kernel.

Verify

rpm -V [nama_paket]

misal:

rpm -V bash

Verify digunakan untuk mendeteksi bila terdapat masalah saat instalasi. RPM akan membandingkan paket yang telah di instalasi dengan informasi yang terdapat pada file paket RPM aslinya. Bila tidak ada kesalahan, RPM tidak menampilkan sesuatu.

RPM dengan Glint

Untuk berinteraksi dengan RPM dapat dilakukan melalui program Glint. Program berbasis X ini merupakan File Manager yang memudahkan user melakukan instalasi, uninstalasi, upgrade, query dan verify paket software RPM. Untuk dapat menggunakan Glint, tentu saja X Window sudah di instalasi dan berjalan baik.

glint.jpg 401x208 (40 KB)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tar adalah sebuah program pengarsipan yang didesain untuk melakukan backup ataupun untuk mengekstrak file backup. Format perintah tar adalah :

tar [opsi] [file1] [file2] . . . [fileN]

Argumen yang pertama adalah beberapa opsi seperti : crtux. Kemudian argumen yang terakhir adalah nama-nama file atau direktori yang akan di-ekstrak atau di-store.

Keterangan selengkapnya perintah tar adalah seperti berikut ini :

$ tar –help
tar(bsdtar): manipulate archive files
First option must be a mode specifier:
-c Create -r Add/Replace -t List -u Update -x Extract
Common Options:
-b # Use # 512-byte records per I/O block
-f <filename> Location of archive (default /dev/sa0)
-v Verbose
-w Interactive
Create: tar -c [options] [<file> | <dir> | @<archive> | -C <dir> ]
<file>, <dir> add these items to archive
-z, -j Compress archive with gzip/bzip2
–format {ustar|pax|cpio|shar} Select archive format
–exclude <pattern> Skip files that match pattern
-C <dir> Change to <dir> before processing remaining files
@<archive> Add entries from <archive> to output
List: tar -t [options] [<patterns>]
<patterns> If specified, list only entries that match
Extract: tar -x [options] [<patterns>]
<patterns> If specified, extract only entries that match
-k Keep (don’t overwrite) existing files
-m Don’t restore modification times
-O Write entries to stdout, don’t restore to disk
-p Restore permissions (including ACLs, owner, file flags)

Sebagai contoh perhatikan perintah berikut :

# tar cvf backup.tar /etc

akan mengemas/backup semua file yang berada pada direktori /etc ke dalam arsip backup.tar. Argumen yang pertama yaitu cvf adalah opsi-opsi yang digunakan. Opsi c digunakan untuk membuat (create) file arsip baru yang berupa tarfile. Opsi v akan memberikan daftar file-file yang akan di-backup. Sedangkan opsi f bertugas memberi tahu tar bahwa argumen berikutnya yaitu backup.tar adalah nama file arsip yang akan dibuat.

Perintah berikut :

# tar xvf backup.tar

akan mengekstrak tarfilebackup.tar – ke direktori aktif/current directory.

Sebelum melakukan ekstrak suatu tarfile, sangat penting untuk mengetahui di mana tarfile tersebut akan di-unpacked atau diekstrak. Sebagai contoh, kita akan melakukan backup file-file yang ada di dalam direktori-direktori berikut : /etc/hosts, /etc/group dan /etc/passwd. Jika digunkan perintah :

# tar cvf backup.tar /etc/hosts /etc/group /etc/passw

dengan pathname ditulis lengkap maka kalau kita ingin mengekstraknya, kita perlu menentukan lokasi yang benar :

# cd /
# tar xvf backup.tar

digunakan / yang merukan root directory sistem UNIX karena semua argumen di atas menggunkan path /etc/. Path di atas path /etc/ adalah /. Disini file akan diekstrak sesuai dengan pathname yang tersimpan pada arsip file. Namun jika kita mem-backup dengan perintah :

# cd /etc
# tar cvf host group passwd

maka nama direktori sebelumnya/path tidak tersimpan dalam arsip file. Sehingga jika kita ingin mengekstrak file ini maka kita tentukan dulu direktori aktif/current directory kita dengan perintah :

# cd /etc

baru kemudian kita bisa melakukan proses ekstraksi file arsip :

# tar xvf backup.tar

Adapun perintah :

# tar tvf backup.tar

opsi t pada perintah di atas akan menampilkan indeks dari tarfile sebelum diarsipkan. Di sini kita dapat melihat direktori dari file-file yang akan diekstrak.

Sistem Berkas /usr/

Direktori /usr merupakan salah satu direktori terpenting pada suatu sistem berkas. Direktori ini bersifat shareable, itu berarti isi dari direktori /usr dapat digunakan oleh host lain yang menggunakan sistem operasi berbasis FHS. Isi dari direktori /usr tidak dapat ditulis (read-only). Paket perangkat lunak yang besar tidak boleh membuat subdirektori langsung pada hirarki /usr ini.

Tabel 15.5. Direktori atau link yang harus ada pada direktori /usr.

Direktori

Keterangan

bin

sebagian besar perintah pengguna

include

berkas header yang di-include pada program C

lib

pustaka

local

hirarki lokal (kosong setelah instalasi utama)

sbin

sistem biner yang tidak vital

share

data yang architecture-independent

/usr/bin: Sebagian perintah pengguna

Direktori ini adalah direktori primer untuk perintah-perintah executable dalam sistem UNIX.

Beberapa contoh berkas yang harus diletakkan dalam direktori /usr/bin adalah perl, phyton, tclsh, wish dan expect

/usr/include: Direktori untuk include-files standar bahasa pemrograman C.

Direktori ini berisi berkas include oleh sistem yang bersifat umum, yang digunakan untuk bahasa pemrograman C.

/usr/lib: Pustaka untuk pemrograman dan package

/usr/lib meliputi berkas obyek, pustaka dan biner internal yang tidak dibuat untuk dieksekusi secara langsung oleh pengguna atau shell script. Aplikasi-aplikasi dapat menggunakan subdirektori tunggal di bawah /usr/lib. Jika aplikasi tersebut menggunakan subdirektori, semua data yang bergantung pada arsitektur mesin yang digunakan oleh aplikasi tersebut, harus diletakkan dalam subdirektori tersebut juga. Untuk alasan historis, /usr/lib/sendmail harus merupakan link simbolik ke /usr/sbin/sendmail. Demikian juga, jika /lib/X11 ada, maka /usr/lib/X11 harus merupakan link simbolik ke /lib/X11,atau kemanapun yang dituju oleh link simbolik/lib/X11.

/usr/lib<qual>: Format pustaka alternatif

/usr/lib<qual> memiliki peranan yang sama seperti /usr/lib untuk format biner alternatif, namun tidak lagi membutuhkan link simbolik seperti /usr/lib<qual>/sendmail dan /usr/lib<qual>/X11.

/usr/local/share

Direktori ini sama dengan /usr/share. Satu-satunya pembatas tambahan adalah bahwa direktori ‘/usr/local/share/man’ dan ‘/usr/local/man’ harus synonimous(biasanya ini berarti salah satunya harus merupakan link simbolik).

/usr/sbin: Sistem biner standar yang non-vital

Direktori ini berisi perintah-perintah biner non-vital mana pun yang digunakan secara eksklusif oleh administrator sistem. Program administrator sistem yang diperlukan untuk perbaikan sistem, mounting /usr atau kegunaan penting lainnya harus diletakkan di /sbin.

/usr/share: Data arsitektur independen

Hirarki /usr/share hanya untuk data-data arsitektur independen yang read-only. Hirarki ini ditujukan untuk dapat di-share diantara semua arsitektur platform dari sistem operasi. Contohnya sebuah site dengan platform i386, Alpha dan PPC dapat me-maintain sebuah direktori /usr/share yang di- mount secara sentral.

Program atau paket mana pun yang berisi dan memerlukan data yang tidak perlu dimodifikasi harus menyimpan data tersebut di /usr/share (atau /usr/local/share, apabila di-install secara lokal). Sangat direkomendasikan bahwa sebuah subdirektori digunakan dalam /usr/share untuk tujuan ini.

/usr/src: Kode source

Dalam direktori ini, dapat diletakkan kode-kode source, yang digunakan untuk tujuan referensi.

Sistem Berkas ROOT

Sistem berkas root berisi hal-hal vital bagi kelangsungan sistem. Tanpa sistem berkas root maka tak ada sistem yang bisa berjalan. Secara kuantitas, peranan dari sistem berkas root ini hanya sedikit dibandingkan dengan peranan dari sistem berkas yang lain. Oleh karena itu, sistem berkas root ini cenderung jarang dipakai dibandingkan dengan sistem berkas lainnya. Walaupun sedikit peranan yang dimiliki olehnya, namun sistem berkas root sangat penting bagi sistem. Isi dari sistem berkas root harus bisa memadai keperluan untuk melakukan proses boot, restore, repair dan recovery sistem. Untuk melakukan operasi boot pada sistem, perlu dilakukan hal-hal untuk melakukan proses mount pada sistem berkas lain. Hal ini meliputi konfigurasi data, informasi boot loader dan keperluan-keperluan lain yang mengatur start-up data. Semua hal tersebut harus berada pada direktori root. Untuk melakukan recovery maupun repair dari sistem, maka hal-hal yang dibutuhkan untuk mendiagnosa dan memulihkan sistem yang rusak harus diletakkan dalam sistem berkas root. Kemudian, untuk me-restore suatu sistem maka hal-hal yang dibutuhkan untuk mem-backup sistem seperti floppy, tape, disk dll harus diletakkan di dalam direktori root.

Aplikasi pada komputer tidak diperbolehkan untuk membuat berkas atau subdirektori di dalam direktori root, karena untuk meningkatkan performance dan keamanan, partisi root sebaiknya dibuat seminimal mungkin. Lagipula, lokasi-lokasi lain dalam FHS menyediakan fleksibilitas yang lebih dari cukup untuk package aplikasi manapun.

Syarat

Terdapat beberapa direktori yang menjadi syarat atau harus ada pada sistem berkas root. Setiap direktori akan dibahas dalam subbagian di bawah. /usr dan /var akan dibahas lebih mendetail karena direktori tersebut sangat kompleks. Berikut daftar subdirektori yang harus ada pada direktori root:

Tabel 15.1. Direktori atau link yang harus ada pada /root

Direktori

Keterangan

bin

Perintah-perintah dasar pada sistem UNIX

boot

berkas statik dari boot loader

dev

berkas piranti

etc

sistem konfigurasi untuk host

lib

modul pustaka dan kernel esensial yang di- share

media

mount-point untuk removeable media

mnt

mount-point untuk melakukan operasi mount pada sistem berkas secara temporer

opt

paket tambahan dari suatu perangkat lunak

srv

data untuk layanan yang diberikan sistem

tmp

data sementara

usr

hirarki sekunder

var

data variabel

Pilihan spesifik

Tabel 15.2. Direktori atau link yang harus diletakkan pada direktori /root, jika memang subsistemnya ter-install.

Direktori

Keterangan

home

direktori home dari pengguna

lib<qual>

pustaka esensial alternatif

root

direktori home untuk pengguna root

/bin : perintah biner esensial bagi pengguna

Direktori ini berisi perintah-perintah dasar esensial yang dapat dipakai baik oleh administrator sistem maupun oleh pengguna. Namun perintah-perintah biner ini hanya bisa dijalankan ketika tidak ada sistem berkas lain yang sedang di-mount. Direktori ini juga dapat berisi perintah yang digunakan secara tidak langsung oleh script. Pada direktori /bin tidak diperbolehkan adanya subdirektori.

Berikut beberapa perintah umum pada UNIX yang disimpan dalam direktori /bin:

Tabel 15.3. Perintah-perintah dan atau link simbolik yang harus ada pada /bin

Perintah

Keterangan

cat

perintah untuk menggabungkan berkas ke keluaran standar

chmod

perintah untuk mengubah mode akses dari suatu berkas

cp

perintah untuk menggandakan berkas atau direktori

date

perintah untuk menampilkan waktu dan tanggal pada sistem

echo

perintah untuk menampilkan satu baris teks

kill

perintah untuk mematikan sebuah proses

ls

perintah untuk menampilkan isi direktori

mkdir

perintah untuk membuat direktori

rm

perintah untuk menghapus berkas atau direktori

……

dan lain-lain

Selain perintah-perintah dasar tersebut, direktori /bin juga dapat berisi perintah-perintah opsional yang memang harus diletakkan pada direktori ini, jika memang subsistemnya ter-install. Beberapa contohnya adalah:

  • csh : shell khusus untuk bahasa pemrograman C
  • tar : perintah untuk melakukan pengarsipan / kompresi berkas
  • netstat : perintah untuk menampilkan statistik jaringan
  • ping : perintah untuk menguji ada tidaknya jaringan

/boot : berkas statik untuk me- load proses boot

Direktori ini berisi segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjalankan boot. Salah satu contohnya adalah kernel sistem operasi yang nantinya akan di- load untuk mengaktifkan sistem. /boot menyimpan data yang digunakan sebelum kernel mulai menjalankan program pada mode pengguna. Hal ini dapat meliputi master boot sector dan map file sector.

/dev : Berkas piranti

Direktori ini berisi berkas-berkas dari suatu piranti komputer. Jika berkas dari suatu piranti harus dibuat secara manual, maka direktori ini harus berisi perintah MAKEDEV. Perintah ini berfungsi membuat berkas piranti yang dibutuhkan. Direktori ini juga dapat berisi perintah MAKEDEV.local untuk membuat berkas piranti lokal.

/etc : Konfigurasi sistem yang spesifik untuk suatu host

Direktori /etc mernyimpan berkas-berkas konfigurasi bagi satu host. Berkas konfigurasi adalah berkas lokal yang digunakan untuk mengatur operasi dari sebuah program pada suatu host. Berkas ini harus statik dan bukan merupakan instruksi biner yang bisa dieksekusi.

Berikut adalah syarat-syarat subdirektori yang harus ada pada direktori /etc:

Tabel 15.4. Direktori atau link simbolik yang harus ada pada pada /etc

Direktori

Keterangan

opt

konfigurasi untuk direktori /opt. berisi berkas konfigurasi untuk paket tambahan dari suatu perangkat lunak

X11

konfigurasi untuk X Window System (opsional)

sgml

konfigurasi untuk sgml (opsional)

xml

konfigurasi untuk xml (opsional)

berikut adalah contoh beberapa berkas yang harus diletakkan pada /etc, jika memang subsistemnya ter-install. Perlu diketahui bahwa semua berkas yang disebutkan disini bersifat opsional :

  • hosts : informasi statis tentang nama host
  • issue : pesan sebelum login dan berkas identifikasi
  • networks : informasi statis tentang nama jaringan
  • passwd : berkas password
  • dan lain lain.

/home : Direktori home pengguna

/home adalah konsep standar sistem berkas yang site-specific, artinya setup dalam host yang satu dan yang lainnya akan berbeda-beda. Maka, program sebaiknya tidak diletakkan dalam direktori ini. Perlu diingatkan bahwa keberadaan subdirektori /home pada direktori /root bersifat opsional.

/lib : Pustaka dasar bersama dan modul kernel

Direktori /lib meliputi pustaka bersama yang dibutuhkan untuk melakukan proses boot pada sistem tersebut dan menjalankan perintah dalam sistem berkas root, contohnya berkas biner di /bin dan /sbin.

/lib<qual> : Alternatif dari pustaka dasar bersama

Pada sistem yang mendukung lebih dari satu format instruksi biner, mungkin terdapat satu atau lebih varian dari direktori /lib. Jika direktori ini terdapat lebih dari satu, maka persyaratan dari isi tiap direktori adalah sama dengan direktori /lib normalnya, kecuali jika memang /lib<qual>/xxx tidak dibutuhkan.

/media: Mount point untuk removeable media

Direktori ini berisi subdirektori yang digunakan sebagai mount point untuk media-media removeable seperti floppy disk, CDROM, dll.

/mnt: Mount point temporer

Direktori ini disediakan agar administrator sistem dapat melakukan operasi mount secara temporer pada suatu sistem berkas yang dibutuhkan. Isi dari direktori ini bersifat lokal sehingga tidak mempengaruhi sifat-sifat dari program yang sedang dijalankan.

/opt: Aplikasi tambahan (add-on) untuk paket perangkat lunak

/opt disediakan untuk aplikasi tambahan paket perangkat lunak. Paket tambahan yang di-install di /opt harus menemukan berkas statiknya di direktori /opt/<package> atau /opt/<provider>, dengan <package> adalah nama yang mendeskripsikan paket perangkat lunak tersebut, dan <provider> adalah nama dari provider yang bersangkutan.

/root: Direktori home untuk root

Direktori home untuk pengguna root sebenarnya dapat ditentukan secara manual baik oleh pengembang maupun pengguna, namun direktori /root disini adalah lokasi default yang direkomendasikan.

/sbin: Sistem Biner

Perintah-perintah yang digunakan untuk administrasi sistem disimpan di /sbin, /usr/sbin, dan /usr/local/sbin. /sbin berisi perintah biner dasar untuk melakukan operasi boot pada sistem, mengembalikan sistem dan memperbaiki sistem sebagai tambahan untuk perintah-perintah biner di direktori /bin. Program yang dijalankan setelah /usr diketahui harus di-mount, diletakkan dalam /usr/bin. Sedangkan, program-program milik administrator sistem yang di-install secara lokal sebaiknya diletakkan dalam /usr/local/sbin.

/srv: Data untuk servis yang disediakan oleh sistem

Direktori ini berisi data-data site-specific yang disediakan oleh sistem.

/tmp: Berkas-berkas temporer

Direktori /tmp harus tersedia untuk program-program yang membutuhkan berkas temporer.

Sistem Berkas /var/

Direktori /var merupakan direktori yang dikhususkan untuk berkas-berkas data variabel (berkas yang dapat diubah-ubah). Selain itu, direktori ini juga berisi berkas dan data variabel spool , data administrative dan logging , serta data tersier dan temporer. Hirarki ”/var” dapat berisi berkas-berkas yang bisa di-share dan ada pula yang tidak dapat di-share. Contoh isi direktori ”/var” yang dapat di-share adalah, ”/var/mail”, ”/var/cache/man”, ”/var/cache/fonts” dan ”/var/spool/news”. Sedangkan isi direktori ”/var” yang tidak dapat di-share yaitu, ”/var/log”, ”/var/lock” dan ”/var/run”.

Direktori ”/var” dibuat untuk memungkinkan operasi mount pada direktori ”/usr” secara read-only. Semua berkas yang ada di direktori ”/usr”, yang ditulis selama sistem berjalan, harus diletakkan pada direktori ”/var”. Jika direktori ”/var” tidak dapat dibuat pada partisi yang terpisah, biasanya hirarki ”/var” dipindahkan ke luar dari partisi root dan dimasukkan ke dalam partisi ”/usr”. (Hal ini kadang dilakukan untuk mengurangi ukuran partisi root atau saat kapasitas dipartisi root mulai berkurang). Walaupun demikian, hirarki ”/var” tidak boleh di-link ke ”/usr”, karena akan membuat pemisahan antara ”/usr” dan hirarki ”/var” semakin sulit dan bisa menciptakan konflik dalam penamaan dan begitu sebaliknya.

Berikut ini adalah direktori / link yang dibutuhkan dalam hirarki ”/var”

Tabel 15.6. Contoh

Direktori

Keterangan

cache

Data cache aplikasi

lib

Informasi status variabel

local

Data variabel untuk”/usr/local”

lock

Lock berkas

log

Berkas dan direktori log

opt

Data variabel untuk ”/opt”

run

Relevansi data untuk menjalankan proses

spool

Aplikasi data spool

tmp

Berkas temporer lintas reboot

Pilihan Spesifik

Direktori atau symbolic link yang ada di bawah ini, harus diletakkan dalam Hirarki ”/var”, jika subsistem yang berhubungan dengan direktori tersebut memang di- install:

Tabel 15.7. Direktori yg harus diletakkan di /var

Direktori

Keterangan

account

Log accounting proses

crash

System crash dumps

games

Data variabel game

mail

Berkas mailbox pengguna

yp

Network Information Service (NIS) berkas database

Berikut ini penjelasan masing-masing dari direktori diatas

/var/account: Log accounting proses

Direktori ini memegang log accounting dari proses yang sedang aktif dan gabungan dari penggunaan data.

/var/cache: Aplikasi data cache

”/var/cache” ditujukan untuk data cache dari aplikasi. Data tersebut diciptakan secara lokal untuk mengurangi time-consuming M/K yang besar. Aplikasi ini harus dapat menciptakan atau mengembalikan data. Tidak seperti”/var/spool”, berkas cache dapat dihapus tanpa kehilangan data. Berkas yang ditempatkan di bawah ”/var/cache” dapat expired oleh karena suatu sifat spesifik dalam aplikasi, oleh administrator sistem, atau keduanya, maka aplikasi ini harus dapat recover dari penghapusan berkas secara manual.

Beberapa contoh dari sistem Ubuntu yaitu, “/var/cache/apt”, “/var/cache/cups”, “/var/cache/debconf’”, dll.

/var/crash: System crash dumps

Direktori ini mengatur system crash dumps. Saat ini, system crash dumps belum dapat di-support oleh Linux, namun dapat di-support oleh sistem lain yang dapat memenuhi FHS.

/var/games: Data variabel games

Data variabel mana pun yang berhubungan dengan games di ”/usr” harus diletakkan di direktori ini. ”/var/games” harus meliputi data variabel yang ditemukan di /usr; data statik, seperti help text, deskripsi level, dll, harus ditempatkan di direktori lain, seperti”/usr/share/games”.

/var/lib: Informasi status variabel

Direktori ini berisi informasi status suatu aplikasi dari sistem. Informasi status adalah data yang dimodifikasi program saat program sedang berjalan. Pengguna tidak diperbolehkan untuk memodifikasi berkas di ”/var/lib” untuk mengkonfigurasi operasi package. Informasi status ini digunakan untuk memantau kondisi dari aplikasi, dan harus tetap valid setelah reboot, tidak berupa output logging ataupun data spool.

Sebuah aplikasi harus menggunakan subdirektori ”/var/lib” untuk data-datanya. Terdapat satu subdirektori yang dibutuhkan lagi, yaitu ”/var/lib/misc”, yang digunakan untuk berkas-berkas status yang tidak membutuhkan subdirektori.

Beberapa contoh dari sistem Ubuntu ialah: “/var/lib/acpi-support”, “/var/lib/alsa”, “/var/lib/apt”, dll.

/var/lock: Lock berkas

Berkas lock harus disimpan dalam struktur direktori /var/lock. Berkas lock untuk piranti dan sumber lain yang di-share oleh banyak aplikasi, seperti lock berkas pada serial peranti yang ditemukan dalam”/usr/spool/locks”atau”/usr/spool/uucp”,sekarang disimpan didalam”/var/lock”. ‘

Format yang digunakan untuk isi dari lock berkas ini harus berupa format lock berkas HDB UUCP. Format HDB ini adalah untuk menyimpan pengidentifikasi proses (Process Identifier – PID) sebagai 10 byte angka desimal ASCII , ditutup dengan baris baru. Sebagai contoh, apabila proses 1230 memegang lock berkas, maka HDO formatnya akan berisi 11 karakter: spasi, spasi, spasi, spasi, spasi, spasi, satu, dua, tiga, nol dan baris baru.

var/log Berkas dan direktori log

Direktori ini berisi bermacam-macam berkas log. Sebagian besar log harus ditulis ke dalam direktori ini atau subdirektori yang tepat. Beberapa contoh dari sistem ubuntu, “/var/log/aptitude”, “/var/log/auth.log”, “/var/log/cups”, dll.

/var/mail: Berkas mailbox pengguna

Mail spool harus dapat diakses melalui ”/var/mail” dan berkas mail spool harus menggunakan format <nama_pengguna>. Sedangkan Berkas mailbox pengguna dalam lokasi ini harus disimpan dengan format standar mailbox UNIX.

/var/opt: Data variabel untuk ”/opt”

Data variabel untuk paket di dalam ”/opt” harus di- install dalam ”/var/opt/<subdir>”, di mana <subdir> adalah nama dari subtree dalam ”/opt” tempat penyimpanan data statik dari package tambahan perangkat lunak.

/var/run: Data variabel run-time

Direktori ini berisi data informasi sistem yang mendeskripsikan sistem sejak di boot. Berkas di dalam direktori ini harus dihapus dulu saat pertama memulai proses boot. Berkas pengidentifikasi proses(PID), yang sebelumnya diletakkan di”/etc”,sekarang diletakkan di”/var/run”.

Program yang membaca berkas-berkas PID harus fleksibel terhadap berkas yang diterima, sebagai contoh: program harus dapat mengabaikan ekstra spasi, baris-baris tambahan, angka nol.

/var/spool: Aplikasi data spool

”/var/spool” berisi data yang sedang menunggu suatu proses. Data di dalam ”/var/spool” merepresentasikan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu berikutnya (oleh program, pengguna atau administrator), biasanya data dihapus sesudah selesai diproses.

/var/tmp: Berkas temporer lintas reboot

Direktori ”/var/tmp” tersedia untuk program yang membutuhkan berkas temporer atau direktori yang diletakkan dalam reboot sistem. Karena itu, data yang disimpan di ”/var/tmp” lebih bertahan daripada data di dalam ”/tmp”. Berkas dan direktori yang berada dalam ”/var/tmp” tidak boleh dihapus saat sistem di-boot. Walaupun data-data ini secara khusus dihapus dalam site-specific manner, tetapi direkomendasikan bahwa penghapusan dilakukan tidak sesering penghapusan di ”/tmp”.

/var/yp: Berkas database NIS

Adapun yang terdapat dalam direktori ini yaitu data variabel dalam Network Information Service (NIS) atau biasa dikenal dengan Sun YellowPages(YP).

swap tu sama kek virtual memory, fungsinya ya sebagai backup kalo main memory dah low level

Linux swap itu virtual memory pada Linux. Keluarga MS juga menggunakan virtual memory kalo ga salah atau biasa dipanggil page file atau swap file. Bila diartikan kedalam bahasa Indonesia, swap itu sendiri adalah penukaran. Seperti diketahui bahwa proses membutuhkan memory untuk di eksekusi, dan proses tersebut dapat ditukar sementara keluar memori ke backing store (disk) lalu kemudian dibawa masuk lagi ke memory untuk dieksekusi. Backing store disini adalah sebuah disk yang dapat menampung semua copy tampilan memory.

jika ada pertanyaan kira2 kapan yah swap bakal kepake, soalnya gw liat di system guard selalu kosong grafiknya..

jawabannya pada waktu banyak proses yang jalan dan menggunakan batas jumlah memory.

Contohnya di box Linux saya ini :

root@pinky-edelwaise:~# top

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.